Sejarah Singkat Sepakbola Nomor 3 Jarang Dibahas

0 Comments

sejarah singkat sepakbola

sejarah singkat sepakbola

Bagi generasi 90’an yang baru saja mengenal sepakbola di masa Sejarah Singkat Sepakbola itu tentu sangat lekat dengan nama-nama Sejarah Singkat Sepakbola seperti Frank Rijkaard, Gabriel Batistuta, Paolo Maldini, marco Van Basten, Clarence Seedorf, ataupun Roberto Baggio. Selain itu, generasi 90’an pasti sangat mengenal klub-klub Tangguh di masa itu seperti AC Milan, SS Lazio, Fiorentina, Inter Milan, Juventus, atau AS Roma.

Ya! Sebuah ikatan yang sangat kuat antara sepakbola Italia dan klub idola masa kecil. Seandainya ditanya, coba sebutkan 5 klub Liga italia tentu anak-anak 90’an mampu menjawab dengan cepat dan tepat. Pesona Liga Italia di masa-masa itu memang sangat luar biasa.

Tidak hanya menyedot perhatian publik Sejarah Singkat Sepakbola Italia saja melainkan perhatian dunia. Semua orang selalu menantikan pertandingan Liga Italia yang digelar setiap pekannya, dan berharap menjadi saksi dari para “penyihir” lapangan hijau dengan trik, kemampuan serta tampilan yang atraktif.

“The Magic of Serie-A Liga Italia” Sejarah Singkat Sepakbola pantas disematkan pada hingar binger Liga Italia pada masa itu. Gairah klub-klub Serie-A ternyata menular pada timnas sepakbola Italia. Mereka mampu menampilkan permainan ala Cattenacio, meskipun pada akhirnya gagal juara karena kalah di adu penalty melawan Brasil di final Piala Dunia 1994.

Meskipun timnas kalah di partai final, namun hal ini tidak menurunkan animo para pecinta sepakbola. Ya, Liga Italia tetap mendapat tempat tersendiri di mata para pecinta sepakbola. Para fans di seluruh dunia tetap menantikan sihir-sihir sang maestro lapangan hijau Serie-A Italia.

Diakui atau tidak, kompetisi Negeri Spaghetti sedang mengalami masa kejayaan di era Sejarah Singkat Sepakbola 90’an. Mengapa demikian? Banyak faktor yang mempengaruhi seperti banyaknya pelatih-pelatih top dunia di masa itu yang menjadi juru taktik di klub-klub raksasa Italia.

Sebut saja Marcello Lippi di Juventus (1994-1999), Fabio Capello di AC Milan (1991-1996), Giovanni Trapattoni di Fiorentina (1998-2000). Mereka adalah nama-nama popular pelatih asal Italia yang turut membesarkan Liga Italia karena menangani klub-klub yang berjuluk “Sette Magnifico “ –

Ya, kisah di atas hanyalah segelintir kenangan dari masa kejayaan Liga italia. Penurunan Liga Italia terjadi selama hampir satu deKade terakhir. Hingar binger Sejarah Singkat Sepakbola Serie-A yang dulunya penuh dengan nuansa kejayaan, sorakan kemenangan para ultras, dan tropi juara kini berubah menjadi nyanyian sumbang para supporter tim untuk klub mereka.

Sejarah Singkat Sepakbola Paling Dicari  

Tidak hanya itu drama demi drama bersamaan dengan gerbong-gerbong skandal mafia sepakbola terus menerus terungkap di Serie A dan menggerus “The Beauty of Serie A”.  Sebuah penurunan yang fantastis dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat dalam Sejarah Singkat Sepakbola.

Tidak hanya itu, klub-klub Italia yang selalu tampil dominan di kancah Liga Champions Eropa dan merajai di era 90 án kini tak ubahnya hanya menjadi pelengkap, ya sang singa sedang terluka, sang singa Sejarah Singkat Sepakbola sedang tertidur.

Tidak hanya masalah masalah di atas suporter-suporter klub Liga Italia juga selalu tertimpa masalah rasisme. Salah satu contoh kasus yang paling terkenal adalah rasisme pada Mario Balotelli. Sang suporter mendapatkan nyanyian rasis Sejarah Singkat Sepakbola saat dirinya membela AC Milan.

Penurunan demi penurunan tidak hanya dari segi prestasi namun juga keuangan membuat pamor Liga Italia semakin anjlok. Hal ini juga dibarengi dengan krisis keuangan yang melanda klub-klub Liga Italia selama hampir satu dekade terakhir.

Banyak klub yang akhirnya meanggung hutang dalam jumlah yang fantastis dan berisiko menyebabkan klub tersbut bangkrut. Dan contoh nyata Sejarah Singkat Sepakbola itu hadir saat AC Parma hanya senilai Rp 14.000,- di tahun 2016.

Penurunan jumlah suporter yang datang ke stadion juga terus terjadi dan salah satu pencapaian rataan penonton paling sedikit terjadi pada musim kompetisi 2006/2007, saat hanya 18,756 orang/pertandingan. Pertanyaannya kini, mampukah Liga Italia kembali berjaya? Ataukah semakin menurun? Kita nantikan saja kejutan yang terjadi di masa depan Sejarah Singkat Sepakbola.

Di era 90’ hingga 2000’ an persaingan Liga Primer Inggris selalu menjadi milik para tim raksasa mapan. Sebut saja Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Newcastle United. Tiga raksasa papan atas Sejarah Singkat Sepakbola Liga Primer Inggris yang selalu merajai perebutan gelar dari tahun ke tahun.

The Big Four adalah sebutan mereka, karena tidak ada lagi tim lain yang mampu menyodok memberikan tekanan. Tim-tim lain seperti Chelsea, Leeds United, Blackburn Rovers ataupun Tottenham Hotspurs tak ubahnya hany amenjadi tim pelengkap.

Memang saat menilik sejarah tercatat hanya Blackburn Rovers (di luar 4 klub di atas) yang mampu menjadi juara dan memutus dominasi Manchester United di tahun 1995. Namun, setelah tahun 1995 dominasi The Big Four tidak pernah tergoyahkan. Mulai tahun 1996 hingga 2004 tercatat hanya dua klub yang mampu menjuarai Liga Primer Inggris Sejarah Singkat Sepakbola yaitu Manchester United dan Arsenal.

Sedikit menilik peta persaingan Liga Primer Inggris di masa-masa dominasi The Big Four, sebenarnya di situ ada tim-tim “setengah” kuat macam Chelsea, Tottenham Hotspurs, Leeds United atau Middlesbrough, namun semuanya hanya menjadi pelengkap perebutan gelar juara Sejarah Singkat Sepakbola.

Sejarah Singkat Sepakbola Terpopuler

Namun, sebuah perubahan di peta persaingan Liga Primer Inggris dimulai pada tahun 2003 tepat kala Roman Abramovich, taipan minyak asal rusia membeli Chelsea dan menjadi pemilik klub Sejarah Singkat Sepakbola tersebut.

Chelsea yang akrab disebut dengan “The Blues” sontak mengalami perubahan nasib yang begitu drastis. Klub yang biasanya hanya bertengger di papan tengah Liga Primer Inggris ini langsung menjadi juara pada musim 2005 dan 2006. Tercatat ada beberapa transfer penting Sejarah Singkat Sepakbola yang dilakukan oleh Roman Abramovich seperti:

Merekrut Jose Mourinho sebagai Manajer dari FC Porto pada 2004 usai sang manajer Sejarah Singkat Sepakbola berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Champions untuk FC Porto di tahun tersebut.

Merekrut Striker kelas dunia dari Pantai Gading, Didier Drogba. Merekrut Frank Lampard, gelandang serang andalan timnas Inggris yang kemudian menjadi jenderal lapangan tengah Chelsea. Merekrut Arjen Robben, gelandang lincah timnas Belanda dari PSV Eindhoven dalam Sejarah Singkat Sepakbola.

Transfer-transfer jenius tersebut akhirnya memberikan gelar juara Liga Primer Inggris pertama untuk Chelsea dalam 50 tahun terakhir. Sejarah Singkat Sepakbola Tidak berhenti sampai disitu Chelsea juga mampu menjadi juara di musim kedua.

The Blues mengalami peningkatan permainan yang sangat signifikan. Gelar juara yang mereka nantikan juga mampu diraih, setidaknya dalam dua musim pertama Sejarah Singkat Sepakbola usai dibeli Roman Abramovich Chelsea menjadi tim terkuat Liga Inggris menghancurkan dominasi Manchester United.

Gelontoran dana dari sang taipan minyak ini membuat Chelsea memiliki habitat baru, bukan lagi di papan tengah melainkan di papan atas Sejarah Singkat Sepakbola. Roman Abramovich benar-benar berhasil menjadikan The Blues bukan lagi kuda hitam melainkan tim mapan papan atas Liga Primer Inggris.

Investasi uangnya terhadap Chelsea tidak hanya menaikkan pamor klub namun mengubah arah angin perebutan juara. Tercatat usai diambil alih Roman Abramovich Chelsea mampu meraih 5 gelar juara Liga Primer Inggris, 5 gelar juara piala FA, 3 gelar juara Piala Liga Inggris, 1 gelar juara Liga Europa League, dan 1 gelar juara Liga Champions Eropa Sejarah Singkat Sepakbola.

Sejarah Singkat Sepakbola Akhir Abad 20

Sebuah tonggak sejarah tidak hanya bagi Chelsea melainkan juga bagi Liga Primer Inggris, mengapa demikian? Karena dominasi klub-klub raksasa berhasil dipatahkan dan Chelsea kini menjadi tim raksasa baru di Liga Inggris. Manakala dulu setiap kali melawan Chelsea klub-klub lain hanya memandang sebelah mata, kini mereka sudah kalah bahkan sebelum bertanding melihat Chelsea dan semua pencapainnya usai diambil alih Roman Abramovich.

Nomor 7 di Manchester United menjadi nomor yang sangat keramat. Tercatat nama-nama yang mengenakan selalu menjadi legenda Manchester United Sejarah Singkat Sepakbola. Tidak jarang nomor ini hanya dimiliki oleh para pemain dengan mental baja.

Mengapa demikian? Dibandingkan dengan klub lain yang mengidentikkan nomor keramat dengan angka 9, 10, atau 11 karena menjadi nomor para penyerang Sejarah Singkat Sepakbola, Manchester United justru “dikutuk” agar sang pemilik nomor 7 adalah legenda di klub tersebut.

Dari musim ke musim, tahun ke tahun pemilik nomor 7 selalu sukses membawa beban yang disematkan pada pundaknya. Bahkan mereka selalu dapat memenuhi ekspektasi klub yang begitu tinggi terhadap keramatnya nomor Sejarah Singkat Sepakbola ini.

Nama-nama besar di Manchester United selalu hadir dari nomor punggung 7. Memang di klub ini nomor 7 tidak identic dengan striker, pembunuh di depan gawang lawan, ataupun pencetak gol berbahaya. Nomor 7 tercatat tidak hanya dimilik oleh para striker di Manchester United.

Benarkah demikian? Iya. Tercatat ada gelandang dan striker yang pernah mengenakan nomor punggung 7. Tetapi dibalik semua kesuksesannya pemilik nomor punggung 7 juga tak lepas dari kontroversi. Ada yang terkuak ke publik ada juga yang mengendap menjadi rahasia ruang ganti.

Berikut ini ada secuil kontroversi yang pernah terjadi pada pemilik nomor punggung 7 terutama di era 90’an menuju 2000’an kala MU diasuh oleh Sir Alex ferguson Sejarah Singkat Sepakbola.

Bila anda penggemar Manchester United tentu anda lekat dengan istilah Sejarah Singkat Sepakbola ini. Istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan Sir Alex Ferguson yang meneriaki pemainnya tepat di depan dalam sejarah sepakbola.

You cannot copy content of this page