Triple Sejarah Kartu Kuning dan Merah Dalam Sepakbola Abad 20

0 Comments

Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola

Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola

Di era 90’ hingga 2000’ an persaingan Liga Primer Inggris selalu menjadi milik para tim raksasa mapan. Sebut saja Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Newcastle United. Tiga raksasa papan atas Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolaLiga Primer Inggris yang selalu merajai perebutan gelar dari tahun ke tahun.

The Big Four adalah sebutan mereka, karena tidak ada lagi tim lain yang mampu menyodok memberikan tekanan. Tim-tim lain seperti Chelsea, Leeds United, Blackburn Rovers ataupun Tottenham Hotspurs tak ubahnya hany amenjadi tim pelengkap.

Memang saat menilik sejarah tercatat hanya Blackburn Rovers (di luar 4 klub di atas) yang mampu menjadi juara dan memutus dominasi Manchester United di tahun 1995. Namun, setelah tahun 1995 dominasi The Big Four tidak pernah tergoyahkan.

Mulai tahun 1996 hingga 2004 tercatat hanya dua klub yang mampu menjuarai Liga Primer Inggris Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolayaitu Manchester United dan Arsenal.

Sedikit menilik peta persaingan Liga Primer Inggris di masa-masa dominasi The Big Four, sebenarnya di situ ada tim-tim “setengah” kuat macam Chelsea, Tottenham Hotspurs, Leeds United atau Middlesbrough, namun semuanya hanya menjadi pelengkap perebutan gelar juara Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola.

Namun, sebuah perubahan di peta persaingan Liga Primer Inggris dimulai pada tahun 2003 tepat kala Roman Abramovich, taipan minyak asal rusia membeli Chelsea dan menjadi pemilik klub Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola tersebut.

Sejarah Kartu Kuning dan Merah Dalam Sepakbola Modern

Chelsea yang akrab disebut dengan “The Blues” sontak mengalami perubahan nasib yang begitu drastis. Klub yang biasanya hanya bertengger di papan tengah Liga Primer Inggris ini langsung menjadi juara pada musim 2005 dan 2006. Tercatat ada beberapa transfer penting Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolayang dilakukan oleh Roman Abramovich seperti:

Merekrut Jose Mourinho sebagai Manajer dari FC Porto pada 2004 usai sang manajer Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolaberhasil mempersembahkan gelar juara Liga Champions untuk FC Porto di tahun tersebut.

Merekrut Striker kelas dunia dari Pantai Gading, Didier Drogba. Merekrut Frank Lampard, gelandang serang andalan timnas Inggris yang kemudian menjadi jenderal lapangan tengah Chelsea. Merekrut Arjen Robben, gelandang lincah timnas Belanda dari PSV Eindhoven saat sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola serta berbagai fakta lainnya.

Transfer-transfer jenius tersebut akhirnya memberikan gelar juara Liga Primer Inggris pertama untuk Chelsea dalam 50 tahun terakhir. Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolaTidak berhenti sampai disitu Chelsea juga mampu menjadi juara di musim kedua.

The Blues mengalami peningkatan permainan yang sangat signifikan. Gelar juara yang mereka nantikan juga mampu diraih, setidaknya dalam dua musim pertama Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolausai dibeli Roman Abramovich Chelsea menjadi tim terkuat Liga Inggris menghancurkan dominasi Manchester United.

Gelontoran dana dari sang taipan minyak ini membuat Chelsea memiliki habitat baru, bukan lagi di papan tengah melainkan di papan atas Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola. Roman Abramovich benar-benar berhasil menjadikan The Blues bukan lagi kuda hitam melainkan tim mapan papan atas Liga Primer Inggris Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola.

Sejarah Kartu Kuning Dan Merah Dalam Sepakbola Seluruh Benua Eropa

Investasi uangnya terhadap Chelsea tidak hanya menaikkan pamor klub namun mengubah arah angin perebutan juara. Tercatat usai diambil alih Roman Abramovich Chelsea mampu meraih 5 gelar juara Liga Primer Inggris, 5 gelar juara piala FA, 3 gelar juara Piala Liga Inggris, 1 gelar juara Liga Europa League, dan 1 gelar juara Liga Champions Eropa Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola.

Sebuah tonggak sejarah tidak hanya bagi Chelsea melainkan juga bagi Liga Primer Inggris, mengapa demikian? Karena dominasi klub-klub raksasa berhasil dipatahkan dan Chelsea kini menjadi tim raksasa baru di Liga Inggris. Manakala dulu setiap kali melawan Chelsea klub-klub lain hanya memandang sebelah mata, kini mereka sudah kalah bahkan sebelum bertanding melihat Chelsea dan semua pencapainnya usai diambil alih Roman Abramovich Ketika Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola dimulai.

Nomor 7 di Manchester United menjadi nomor yang sangat keramat. Tercatat nama-nama yang mengenakan selalu menjadi legenda Manchester United Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola. Tidak jarang nomor ini hanya dimiliki oleh para pemain dengan mental baja Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola.

Legenda umumnya disematkan kepada para pemain sepakbola yang menorehkan catatan impresif, rekor tak terpecahkan, atau capaian dedikasi yang luar biasa karena memperkuat sebuah klub Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola selama karier sepakbolanya.

Fenomena legenda satu klub ini mulanya banyak ditemui di era 80-90’an ketika seorang pemain rela mengabdikan seumur hidup karier sepakbolanya hanya untuk bermain di satu klub saja. Sebut saja Frans Beckenbuer yang menajdi legenda klub Bayern Munchen. Fransesco Toldo di Inter Milan, Gianfranco Zola di Chelsea, ataupun Pavel Nedved di Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolaJuventus.

Namun, di era sepakbola modern tipis sekali perbedaan antara “legenda” dan “penghiaanat” karena banyak sekali pemain yang dijadikan sebagai legenda dan simbol sebuah klub, mereka menyeberang ke klub rival. Siapa saja mereka? Ini dia:

Luis Figo Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolaGelandang ternama asal Portugal ini memiliki vis bermain yang ciamik dan membuat Barcelona kepincut serta meminangnya dari Sporting pada tahun 1995. Figo bermain selama 5 musim di Barcelona dengan torehan 30 gol dari 172 kali tampil sebagai starter Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola.

Hal yang mengejutkan terjadi pada musim 2000 saat Figo memutuskan untuk hijrah ke klub rival yaitu Real Madrid. Para fans Barcelona Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolasangat kecewa dan marah. Puncaknya terjadi ketika pertandingan El Classico antara Barcelona melawan Real Madrid Figo dilempari kepala babi. Hal ini sebagai ungkapan kekecewaan fans pada sikap Figo yang memilih hengkang ke Real Madrid, rival abadi Barcelona Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola.

Ronaldo Nazario De Lima Siapa yang tidak kenal dengan Ronaldo De Lima. Bagi generasi 90’an dia adalah sosok idola dan teladan Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbolabagaimana menjadi penyerang yang mematikan di depan gawang lawan. Skill yang dimiliki Ronaldo berbanding lurus dengan kemampuannya dalam mengeksekusi bola-bola yang ditujukan kepadanya.

Fakta Sejarah Kartu Kuning dan Merah Dalam Sepakbola Dunia

Selama kariernya di tercatat sebagai pemain yang mampu tampil di El Classico dan Derby Della Madonina dengan 2 klub rival yang berbeda Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola. Ya, Ronaldo pernah membela Barcelona pada musim 1996/1997 dengan torehan 34 gol dari 37 penampilan.

Usai dari Barcelona dia bergabung dengan Inter Milan dari tahun 1997-2002 dengan torehan 49 gol dari 68 penampilan. Tidak berhenti disitu Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola. Ronaldo menyeberang ke Real Madrid pada tahun 2002-2007 dan mencetak 83 gol. Sebelum akhirnya berlabuh ke AC Milan pada 2007-2008 dengan torehan 9 gol.

Hebatnya dia tidak memiliki haters seperti yang dialami oleh pendahulunya, Luis Figo. Teratat dia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti yang diterima Luis Figo.

Andrea Pirlo mendapat julukan sebagai salah satu maestro sepakbola dengan IQ tertinggi. Sebuah julukan yang didapatkan karena visi bermainnya yang begitu cerdas Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola. Bagaimana dia mengalirkan bola, membuka ruang bagi pemain lain, dan mencetak gol melalui tendangan bebasnya dalam sejarah sepakbola.

Tidak hanya visi bermainnya yang diingat oleh para penggemar sepakbola, melainkan klub -klub yang pernah dibelanya. Andrea Pirlo pernah membela Inter Milan dari tahun 1998-2001 dalam Sejarah kartu kuning dan merah dalam sepakbola. Kemudian Pirlo dipinang oleh rival sekota Inter yaitu AC milan, dan menjadi salah satu gelandang terbaik AC Milan mulai 2001-2011.

Selama di AC Milan Pirlo memperoleh 2 gelar Liga Champions Eropa, dan 2 trofi Liga Serie A Italia. Namun, Pirlo tidak menutup karier di AC milan karena pada tahun 2011 dia dipinang oleh Juventus dan mendedikasikan karier sepakbolanya selama 4 musim disana dengan torehan Supercopa Italia, Serie A Italia, dan memimpin Italia ke final Euro 2012 di level klub.

You cannot copy content of this page